Status Hadits AHad Untuk Suatu Hukum

Pertanyaan :

Dwi – Balikpapan

Ustadz, Mohon informasi mengenai status hadits Ahad, apakah bisa dijadikan sebagai dasar kewajiban suatu perkara? Terima kasih.

Jawaban:

Jumhur ulama sepakat bahwa hadits ahad memiliki kekuatan sebagaimana hadits mutawatir. Karena meski namanya ahad, bukan berarti periwayatnya cuma satu. Istilah ‘ahad’ dalam jenis hadits ini sebagai lawan dari mutawatir. Dimana mutawatir itu adalah hadist yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi pada setiap thabaqathnya yang mustahil mereka melakukan kebohongan secara sengaja.

Hadits ahad adalah hadis sedikit lebih rendah dari mutawatir, namun tetap diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi yang tsiqah. Di dalam kelompoh hadits ahad ini ada hadits shahih, hasan dan dhaif.

Bila kita dekatkan lagi, maka hanya yang berkategori yang dhaiflah yang tidak memiliki kekuatan sebagai dasar aqidah. Sedangkan untuk perkara yang berkaitan dengan fadhailul-a‘mal, sebagian ulama membolehkan menggunakan hadits dhaif.

Perlu diketahui bahwa jumlah hadits yang mutawatir itu sedikit sekali. Selebihnya hadits-hadits itu kebanyakan ahad. Dan ahad tetap kuat derajatnya karena hadits ahad itu banyak yang shahih atau hasan. SyariahOnline

 

 

Wallahu a‘lam bis-shawab.

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidakan akan pernah kami publish Kolom yang wajib diisi ditandai *