Sabtu, Agustus 13, 2022

Shalat dan Kesalehan Sosial

More articles

Shalat dan Kesalehan Sosial

 

Oleh : Mulyana

Hikmah terbesar dari peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah umatnya diperintahkan untuk melaksanakan shalat lima waktu. Langsungnya perintah shalat tersebut menandakan kedudukan shalat sangat penting dalam kehidupan umat. Mendirikan shalat tidak sekadar menggugurkan kewajiban. Tetapi, lebih dari itu. Shalat merupakan kebutuhan. Shalat merupakan saat terbaik hubungan transendental secara langsung antara makhluk dan penciptanya (khaliq).

Bahkan, Rasulullah dalam suatu riwayat menegaskan bahwa shalat merupakan tiang agama. Dan, barang siapa yang mendirikannya berarti ia mendirikan agamanya. Sebaliknya, orang yang meninggalkannya berarti ia merusak agamanya.

Pentingnya shalat, Allah tegaskan dalam firman-Nya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS 29: 45).

Pada ayat tersebut tergambar dengan jelas bahwa shalat sangat menentukan tingkat kesalehan sosial suatu masyarakat. Masyarakat yang terjaga shalatnya akan mampu mencegah diri mereka dan lingkungannya terhadap perbuatan-perbuatan keji dan munkar. Sebaliknya, masyarakat yang melalaikan shalat maka kekejian dan kemungkaran akan menjadi tradisi dalam kehidupannya.

Dalam ayat yang lain Allah menegaskan masyarakat yang meninggalkan shalat, maka kesesatan adalah keniscayaan bagi mereka. Allah berfirman: Maka datanglah sesudah mereka, pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. (QS 19: 59).

Hanya shalat yang dilaksanakan dengan baik yang akan mengantarkan kepada kesalehan sosial, baik pribadi maupun masyarakat. Sebaliknya, shalat yang dilaksanakan dengan tidak baik maka tidak akan membawa pada kesalehan sosial. Shalat yang baik adalah shalat yang didirikan dengan khusyuk (QS 23: 2) dan tidak lalai (QS 107: 4-5).

Rasulullah menggambarkan shalat yang baik dalam sabdanya: Apabila seseorang membaikkan shalatnya, menyempurnakan rukuk dan sujudnya, berkatalah sang shalat, ”Semoga Allah memelihara engkau sebagaimana engkau memelihara aku.” Maka, diangkatlah shalatnya itu ke hadirat Allah.

Dan, apabila seseorang memburukkan shalatnya dan tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya, berkatalah sang shalat, ”Semoga Allah menyia-nyiakan engkau sebagaimana engkau menyia-nyiakan aku.” Maka, dibungkuslah shalatnya itu sebagaimana membungkus kain yang buruk. Lalu, dipukulkanlah ke mukanya.

Hadis di atas menggambarkan betapa pentingnya kualitas shalat. Pertanyaannya, sudahkah kita menjaga dan meningkatkan kualitas shalat kita?

Sumber : Republika Online

 

 

Shalat dan Kesalehan Sosial

 

======================================

👇👇👇

Referensi Muslim Tervaforit DISINI :

 

1. Panduan Supaya Cepat Bisa Membaca AlQuran Meskipun Dari Nol dg 4 Pertemuan ==> KLIK DISINI

2. Semua Produk Speaker Quran Original & Terbaik Sedang diskon ==> KLIK DISINI

3. Panduan Supaya Bisa Melantunkan Alquran TARTIL, MERDU & INDAH Cocok untuk para pemula hingga level mahir, muadzin, imam sholat jamaah, qory, peruqyah, Da’i, guru ngaji, guru pendidik, imam rumah tangga, anak pesantren dari nol hingga mahir. ==>  KLIK DISINI

4. Pusat Kosmetik Muslimah Sertifikat Halal Grade A dengan harga promo ==> KLIK DISINI

🙏 🧕 🙏

Terima kasih ya dan mohon dibantu supaya bisa artikel ini yang lainya supaya manfaatnya bisa menyebar ke yang lian…

Artikel yang baru saja Anda baca berjudul :

👇👇👇

Shalat dan Kesalehan Sosial

Artikulli paraprakSesal Kita dan Sesal Mereka
Artikulli tjetërShalat yang Tak Shalat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest