Jumat, Januari 21, 2022
BerandaHikmahPengamalan Ucapan

Pengamalan Ucapan

spot_img
spot_img

Pengamalan Ucapan

 

Oleh : Yunan Hilmi Hidayah

Beberapa budak datang kepada Hasan Al-Bashri untuk mengadukan praktik perbudakan yang membuat mereka menderita. Mereka meminta agar Hasan Al-Bashri memberi nasihat dan mengimbau orang-orang kaya agar memerdekakan budak-budaknya. Dengan begitu, mereka mendapatkan kebebasan. Hasan Al-Bashri pun berjanji untuk memenuhi permintaan mereka.

Pada khutbah Jumat pertama setelah itu, Hasan Al-Bashri tidak berkhutbah tentang perbudakan. Jumat kedua dan ketiga pun berlalu tanpa menyinggung tema ini dalam khutbahnya, sebagaimana yang ia janjikan kepada mereka. Pada Jumat keempat, barulah, Hasan Al-Bashri berbicara dalam khutbahnya tentang pahala pemerdekaan budak. Belum sampai waktu sore datang, Sebagian besar budak telah dibebaskan.

Tidak lama kemudian, para budak mengunjunginya untuk mengucapkan terima kasih atas khutbahnya. Namun, mereka mempersoalkan keterlambatan dia menyampaikan tema ini hingga sebulan penuh. Hasan Al-Bashri meminta maaf atas keterlambatan tersebut seraya mengatakan, “Yang membuat saya menunda pembicaraan ini adalah karena saya tidak memiliki budak dan tidak juga memiliki uang. Saya menunggu sampai Allah mengaruniakan harta kepadaku, sehingga saya dapat membeli budak. Lalu budak itu kubebaskan. Kemudian barulah saya berbicara dalam khutbah, mengajak orang untuk membebaskan budak. Allah pun memberkati ucapanku karena perbuatanku membenarkan ucapanku itu.”

“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS as-Saf: 2–3).

Sikap yang amat jarang kita temukan pada hari ini. Banyak pemimpin dan pejabat pandai berbicara, tetapi tidak dapat merealisasikan apa yang diungkapkannya. Hanya omong kosong dan janji-janji tidak terbukti. Akhirnya rakyatlah yang menderita dalam sebuah penantian panjang tidak berkesudahan.

Begitu juga kepada para ulama, hendaknya memberikan teladan yang baik. Jangan hanya pandai berkhutbah, mengucapkan berbagai dalil tanpa ada contoh perbuatan darinya. Oleh karena itu, tidak heran jika khutbah yang disampaikan seakan tidak membekas sama sekali di hati para pendengar. Maka cukuplah bagi kita untuk mengambil pelajaran umat terdahulu, “Mengapa kamu menyuruh orang lain kebaikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca al-Kitab? Maka tidakkah kamu berpikir?” (QS al-Baqarah: 44).

Sumber : Republika Online

 

Pengamalan Ucapan

 

spot_img
spot_img
spot_img
Artikulli paraprakPengakuan Kaum Yahudi
Artikulli tjetërPenghalang Jalan Allah
RELATED ARTICLES
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Panduan Ngaji Merdu Indah dan Tartil Komplit Sampai Bisa , KLIK GAMBAR
Panduan Ngaji Merdu Indah dan Tartil Komplit Sampai Bisa , KLIK GAMBAR

Recent Comments