Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaHikmahKita Keluar dari Kemelut

Kita Keluar dari Kemelut

spot_img
spot_img

Kita Keluar dari Kemelut

 

Oleh : Bahron Kamal

”Tiada kebaikan dalam hidup ini, kecuali bagi orang-orang yang mau mendengar dan menyadari, atau orang berilmu dan berkata benar. Wahai manusia, sesungguhnya kalian berada pada masa yang diliputi kemelut. Sungguh bersama kalian waktu berjalan begitu cepat. Niscaya kalian saksikan malam dan siang silih menguji dengan segala hal yang baru, menjadikan dekat semua yang jauh seraya menggulirkan setiap yang dijanjikan Allah.” Demikian bagian kalimat penuh hikmah yang diucapkapkan Nabi Muhammad saw dalam suatu kesempatan khutbah di hadapan para sahabat, sebagaimana telah diriwayatkan oleh Imam Al-Askary.

Setelah menyimak dengan kebeningan hati atas sabda itu, betapa membuat kita tertegun menjumpai kebenaran yang terpancar darinya. Realitas hidup yang kita hadapi serta kondisi-kondisi yang kita terlibat di dalamnya, berlaku penuh sebagaimana sinyalemen Nabi yang dituturkan berabad lampau. Kenyataan ini sekaligus menjadi salah satu bukti kebenaran kenabian Muhammad saw.

Kita dihadapkan pada suatu kemelut yang tidak seorang pun terbebas dari hal itu. Waktu seakan tidak lagi memberi kesempatan untuk menentukan pilihan besok atau lusa. Malam dan siang secara bergantian menghadirkan cobaan pun ujian bagi konsistensi iman. Sementara itu, dunia tidak lagi memisahkan jarak jauh atau dekat. Namun, di sana tiada tersisa kebaikan, tidak pula ada kearifan, kecuali bagi seseorang yang bersedia mendengar, menginsyafi, atau mereka yang menggunakan ilmunya untuk menyampaikan kebenaran.

Segera setelah Nabi menyampaikan khutbahnya itu, sahabat Miqdad bertanya tentang maksud kemelut. Beliau lalu menjawab, ”Bencana yang tiada putus-putusnya. Manakala itu terjadi, berbagai urusan yang merupakan kewajiban atas kalian menjadi begitu kabur, bagaikan bagian malam yang gelap gulita.”

Para sahabat berharap mendapatkan petuah tentang jalan keluar menghadapi keadaan seperti itu. Kemudian Nabi pun melanjutkan, berkata, ”Maka tetaplah kalian berpegang pada Alquran. Sebab sesungguhnya ia sebagai penolong yang tentu akan memberi pertolongan kalian. Alquran adalah tali penghubung Allah yang amat kuat dan siapa saja yang mengamalkannya niscaya akan ditunjukkan pada jalan lurus.”

Sesungguhnya kemelut dengan makna yang diungkap Rasul Allah itu benar-benar faktual kita alami. Orang-orang yang membutakan mata hati dan pikirannya mustahil dapat merasakannya. Usaha apa pun yang kita lakukan untuk keluar dari kemelut ini tidak mungkin akan mendatangkan hasil, kecuali bila kita bersedia mengikuti petuah Nabi nan mulia, yaitu pengerahan segala daya upaya untuk merealisasikan Alquran di tengah kehidupan. Hanya dengan sikap konsisten di atas tuntunan dan pengarahannya, kita dapat keluar dari kemelut.

Sumber : Republika Online

 

 

Kita Keluar dari Kemelut

 

spot_img
spot_img
spot_img
Artikulli paraprakKeutamaan Amal Jariyah
Artikulli tjetërKualitas Keluarga
RELATED ARTICLES
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Panduan Ngaji Merdu Indah dan Tartil Komplit Sampai Bisa , KLIK GAMBAR
Panduan Ngaji Merdu Indah dan Tartil Komplit Sampai Bisa , KLIK GAMBAR

Recent Comments