Kamis, Januari 20, 2022
BerandaHikmahHilangnya Hati Nurani

Hilangnya Hati Nurani

spot_img
spot_img

Hilangnya Hati Nurani

 

Oleh : KH Didin Hafidhuddin

Salah satu sifat utama Rasululah SAW yang patut diteladani kaum Muslimin, terutama oleh para pemimpin, adalah sifat rendah hati (tawadhu) yang termanifestasikan dalam kecintaannya yang luar biasa kepada orang-orang lemah, fakir miskin, anak-anak yatim, janda-janda tua, dan para hamba sahaya.

Beliau sering terlihat berkumpul bersama mereka, menghiburnya, berempati, dan memecahkan serta memberikan solusi pada setiap persoalan yang mereka hadapi. Penderitaan kamu Muslimin juga dirasakan Rasulullah sebagai penderitaannya. Firman Allah (QS 9: 128): Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri.

Berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Rasulullah SAW, sang pemimpin yang rendah hati, sering menyatakan kepada para sahabatnya, ”Jika kalian ingin mencari aku, carilah di tengah-tengah orang miskin. Mereka semua adalah penyebab datangnya rezeki dan pertolongan dari Allah SWT.”

Kita semua sangat prihatin dengan jumlah orang miskin di negara kita yang terus bertambah, baik secara kuantitas maupun kualitas. Hampir setiap hari kita membaca di media cetak maupun elektronik, orang-orang miskin yang bersedih dan menangis tersedu-sedu karena rumah tempat tinggalnya hancur berantakan, baik karena musibah kebakaran, musibah banjir dan longsor, maupun karena penggusuran.

Mereka seolah-olah kehilangan harapan hidup dan merasa menjadi warga negara yang dimusuhi dan diasingkan pemimpinnya. Di samping itu, anak-anak usia sekolah yang tidak bisa meneruskan sekolah ternyata semakin hari bertambah banyak jumlahnya. Demikian pula angka pengangguran.

Pada sisi yang lain, bertolak belakang dengan hal tersebut, pada setiap pemilihan kepada daerah, kita sering mendengar berita bahwa ratusan juta bahkan miliaran rupiah dihambur-hamburkan dan dibagikan kepada para anggota legislatif agar memberikan suara dukungannya. Juga dibangunnya proyek-proyek mercusuar (yang tidak secara langsung dibutuhkan oleh masyarakat banyak) dengan biaya miliaran rupiah.

Ironi ini terjadi karena hilangnya suara hati nurani dari sebagian pemimpin dan wakil rakyat kita. Mereka lebih asyik memikirkan dirinya dan kelompoknya ketimbang rakyat banyak. Mereka tega menghancurkan masa depan masyarakat yang sama artinya dengan menghancurkan masa depan bangsa, walaupun ucapan dan kata-katanya seolah-olah mencerminkan keberpihakan.

Mempelajari keberhasilan kepemimpinan Rasulullah SAW yang salah satu inti utamanya rendah hati dan cinta pada orang-orang miskin, maka hal ini pulalah yang harus menjadi perhatian utama dari para pemimpin bangsa dan negara saat ini. Jika tidak, maka keterpurukan akan semakin dahsyat terjadi menimpa masyarakat dan bangsa kita. Kita berharap, hari ini dan ke depan, tidak ada lagi air mata rakyat yang mengalir karena merasa dizalimi. Wallahu a’lam.

Sumber : Republika Online

 

Hilangnya Hati Nurani

spot_img
spot_img
spot_img
Artikulli paraprakHati yang Tenang
Artikulli tjetërHilangnya Keberkahan Hidup
RELATED ARTICLES
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Panduan Ngaji Merdu Indah dan Tartil Komplit Sampai Bisa , KLIK GAMBAR
Panduan Ngaji Merdu Indah dan Tartil Komplit Sampai Bisa , KLIK GAMBAR

Recent Comments