Jumat, Januari 21, 2022
BerandaHikmahHak dan Ketidakbenaran

Hak dan Ketidakbenaran

spot_img
spot_img

Hak dan Ketidakbenaran

 

Oleh : Imam Syafi’i

Dan katakanlah, ”Kebenaran datang dan ketidakbenaran telah lenyap.” Sesungguhnya kesiasian itu pasti lenyap. (QS Al-Isra: 81).

Beberapa waktu lalu sekelompok orang berdemonstrasi menentang aturan yang meniadakan peluang mereka memurtadkan generasi, anak umat Islam. Ada seorang artis mengkritik artis pengumbar aurat di tempat umum dan di televisi.

Namun, di sisi lain banyak sekali yang berteriak lantang agar pengumbaran aurat itu, dengan dalih hak asasi dan kreasi seni, jangan diintervensi atau diharamkan dengan ayat-ayat Alquran.

Hak dan ketidakbenaran akan selalu bertarung. Pertarungan telah dimulai sejak Nabi Adam AS diciptakan bersama istri, Hawa, yang mendapat nikmat tinggal di surga. Iblis, bapak segala kesia-sian, membuat tipu daya untuk mengeluarkan Adam dan istrinya dari surga (QS Al-Baqarah: 36). Iblis dengki terhadap Adam yang mendapat tempat mulia di sisi Allah.

Dengki membuat dia ingkar kepada perintah Allah. Ia lalu kufur. Iblis dihukum dengan dikeluarkan dari surga. Iri dan dengki berubah menjadi dendam. Iblis bersumpah di hadapan Allah akan membawa seluruh anak Adam ke dalam neraka. (QS Al-A’raf: 16–18).

Itulah pangkal ketidakbenaran dan penyesatan di muka bumi ini. Ketidakbenaran adalah kekufuran dan penolakan terhadap kebenaran. Penyesatan adalah upaya iblis dan para pengikutnya untuk mengeluarkan Adam dan anak keturunannya dari jalan kebenaran Allah SWT.

Namun, Allah SWT tidak menzalimi hamba-Nya dan tidak membiarkan begitu saja anak Adam dimangsa Iblis dan anak cucunya. Bahkan sejak Adam di surga, sampai turun ke bumi pun Allah SWT telah memberikan petunjuk dan peringatan agar hamba-Nya selamat. Allah berfirman kepada Adam dan Hawa, ”Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepada kalian, ‘sesungguhnya setan itu adalah musuh nyata bagi kamu berdua’.” (QS Al-A’raf: 22).

Larangan mendekati pohon kayu adalah kebenaran yang Allah SWT titahkan kepada Adam dan istrinya. Namun, iblis tidak rela terhadap kenyataan itu. Lalu ia membuat tipu daya agar kebenaran tertutupi di depan mata Adam dan istrinya, sehingga keduanya pun tergelincir dari kenikmatan dan kedudukan mulia itu. Mereka diturunkan ke muka bumi.

Namun, Allah tetap membentengi Adam dan anak cucunya dari serangan Iblis dan keturunannya. Dia berfirman, ”Ini adalah jalan lurus, kewajiban Aku-lah [menjaganya]. Sesungguhnya hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang sesat.” (QS Al-Hijr: 39–42).

Akhirnya, dengan tetap berpegang teguh kepada jalan kebenaran yang ditunjukkan Allah, kita bisa mengalahkan berbagai kesia-sian dan kesesatan yang ditembakkan Iblis dan bala tentaranya.

Sumber : Republika Online

 

Hak dan Ketidakbenaran

spot_img
spot_img
spot_img
Artikulli paraprakHadiah
Artikulli tjetërKasih Sayang Sesama Muslim
RELATED ARTICLES
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Panduan Ngaji Merdu Indah dan Tartil Komplit Sampai Bisa , KLIK GAMBAR
Panduan Ngaji Merdu Indah dan Tartil Komplit Sampai Bisa , KLIK GAMBAR

Recent Comments